Sejarah Jepang

Perjalanan Waktu: Mengenal Sejarah Jepang yang Menakjubkan

0 Komentar
Beranda
Sejarah Jepang
Perjalanan Waktu: Mengenal Sejarah Jepang yang Menakjubkan

Selamat datang, Sobat Sejarah! Hari ini, kita akan membahas sebuah topik yang sangat menarik, yakni Sejarah Jepang. Negeri Sakura ini punya sejarah yang begitu kaya dan panjang, sampai-sampai banyak cerita yang bisa kita pelajari darinya. Yuk, kita mulai perjalanan waktu kita!

Zaman Prasejarah Jepang: Zaman Jomon dan Yayoi

Zaman Prasejarah Jepang terbagi menjadi dua bagian besar: Zaman Jomon (14.000-300 SM) dan Zaman Yayoi (300 SM-300 M).

Zaman Jomon dinamakan demikian karena gaya keramik mereka yang memiliki pola tali atau 'jomon'. Sobat Sejarah, coba bayangkan, mereka itu sudah membuat keramik sejak 14.000 tahun yang lalu, lho! Keren, kan?

Sementara itu, Zaman Yayoi dinamai berdasarkan distrik Yayoi di Tokyo, di mana penemuan arkeologi tentang peradaban ini pertama kali ditemukan. Di zaman ini, masyarakat Jepang mulai mengenal teknik pertanian padi sawah.

Zaman Kuno: Zaman Kofun dan Asuka

Zaman Kofun (300-538 M) dinamakan demikian karena 'kofun', yakni tumpukan tanah besar yang dibuat sebagai makam untuk orang-orang penting. Kalau kamu pernah melihat gambar makam raja-raja Mesir, kofun itu mirip-mirip, hanya saja bentuknya lebih menyerupai kunci.

Sedangkan Zaman Asuka (538-710 M) adalah periode ketika pengaruh Budha mulai masuk ke Jepang dan berbaur dengan kepercayaan lokal Shinto. Ini juga zaman ketika sistem pemerintahan berdasarkan undang-undang mulai diterapkan.

Zaman Klasik: Zaman Nara dan Heian

Zaman Nara (710-794 M) ini ditandai dengan dibangunnya kota Nara sebagai ibu kota. Salah satu contoh bangunan terkenal dari zaman ini adalah Todai-ji, kuil Budha terbesar di Jepang yang di dalamnya ada patung Budha Vairocana raksasa.

Lalu ada Zaman Heian (794-1185 M). Pada zaman ini, ibu kota pindah ke Heian-kyo, yang sekarang kita kenal sebagai Kyoto. Zaman ini sering dianggap sebagai zaman keemasan budaya dan seni Jepang. Salah satu karya sastra terkenal dari zaman ini adalah "Genji Monogatari" atau "The Tale of Genji", yang ditulis oleh seorang wanita bangsawan bernama Murasaki Shikibu.

Zaman Feodal: Zaman Kamakura, Muromachi, dan Edo

Zaman Feodal Jepang terbagi menjadi tiga: Zaman Kamakura (1185-1333 M), Zaman Muromachi (1336-1573 M), dan Zaman Edo (1603-1868 M).

Zaman Kamakura ditandai dengan berdirinya pemerintahan militer atau shogunat di Kamakura. Zaman ini juga ditandai dengan serangan Mongol yang berhasil ditahan oleh Jepang, berkat bantuan angin kuat yang disebut "kamikaze" atau "angin dewa".

Selanjutnya, Zaman Muromachi ini sering disebut juga Zaman Ashikaga, diambil dari nama klan yang berkuasa. Zaman ini terkenal dengan Perang Onin, yang memicu jatuhnya pemerintahan pusat dan munculnya banyak feodal lokal yang saling bertempur, yang kita kenal sebagai "Sengoku Jidai" atau "Zaman Negara-Negara Berperang".

Terakhir, Zaman Edo. Periode ini jadi salah satu periode paling stabil dalam sejarah Jepang, lho. Selama lebih dari 250 tahun, Jepang berhasil menjaga perdamaian dan memperkaya budaya mereka. Ini juga zaman ketika samurai, kelas pejuang Jepang, mencapai kejayaan.

Zaman Modern: Zaman Meiji, Taisho, Showa, dan Heisei

Terakhir, kita masuk ke zaman modern. Zaman ini dibagi menjadi empat: Zaman Meiji (1868-1912 M), Zaman Taisho (1912-1926 M), Zaman Showa (1926-1989 M), dan Zaman Heisei (1989-2019 M).

Zaman Meiji ditandai dengan pembukaan Jepang terhadap dunia luar dan modernisasi cepat dalam banyak aspek kehidupan. Sementara itu, Zaman Taisho sering dianggap sebagai era demokrasi liberal di Jepang. Zaman Showa ditandai dengan perang dan pemulihan, termasuk Perang Dunia II dan periode pertumbuhan ekonomi pasca-perang. Terakhir, Zaman Heisei adalah periode perdamaian dan kemajuan teknologi.

Nah, itu dia perjalanan waktu kita melalui sejarah Jepang. Tentunya, ada banyak lagi detail dan cerita menarik dalam setiap zaman. Tapi, semoga artikel ini bisa memberi kamu gambaran umum tentang sejarah negeri Sakura ini. Sampai jumpa di perjalanan waktu selanjutnya, Sobat Sejarah!

Tidak ada komentar